MENGGAIRAHKAN SEKTOR PARIWISATA
Pawai Batik Solo 2009 dengan Slogan SOLO MEMBATIK DUNIA telah selesai diselenggarakan. Kegiatan yang digelar untuk menyambut Penetapan UNESCO yang menjadikan Batik sebagai Warisan Budaya Dunia telah berakhir. Namun masih menyisakan pekerjaan rumah panjang, terutama bagi Pemkot dalam sektor pariwisata.
Beberapa tahun terkahir ini, Pemerintah Kota Solo telah berusaha menyuntikkan vitamin tambahan yang terkait dengan potensi wisata kota. Diantaranya adalah : Pasar Klewer – pusat distribusi batik terbesar; wisata kuliner malam di tengah kota; dan yang terbaru adalah wisata sepur kluthuk.
Keunikan kota Solo yang tidak dimiliki kota-kota lain di Indonesia adalah adanya jalur kereta api ( baca : trem) yang membelah kota. Potensi ini telah digali kembali dengan cara perbaikan jalur rel KA, perbaikan dan penataan stasiun serta yang terpenting adalah pengoperasian SEPUR KLUTHUK JALADARA.

Sepur Kluthuk JALADARA siap berangkat dari Stasiun PURWOSARI
Pada acara PAWAI BATIK SOLO 10.000 ORANG yang diselenggarakan 3 Oktober 2009, keberadaan Sepur Kluthuk JALADARA adalah sebagai PEMBUKA ACARA. Ditandai dengan bunyi “TUIITT..TUIIIT” panjang yang keluar dari cerobong uapnya, Sepur Kluthuk yang beroperasi di Nusantara sekitar 1920-an ini melaju perlahan dari sebelah utara Taman Sriwedari menyusuri Jalan Slamet Riyadi.

Sepur Kluthuk Dalam Pawai Batik 2009

Pawai Batik Solo yang dimeriahkan oleh Sepur Kluthuk Jaladara
sebagai warga negara yg baik saia tetep setuju kalo batik sebagai warisan budaya kita, apalagi saia orang solo, yg terkenal akan batiknya…
mampir dong dimari : http://fabiangarden.wordpress.com/
Comment by faithfabian — 05/10/2009 @ 08:35 |
terimakasih…
Comment by jack — 06/10/2009 @ 11:28 |