Bukan History

11/06/2009

Hiruk Pikuk Pilpres 2009 Di Republik Islam Iran

PEMILIHAN PRESIDEN REPUBLIK ISLAM IRAN, 2009

NEWS-US-IRAN-ELECTION-AHMADINEJADSetelah 4 tahun berkuasa, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad harus berusaha keras untuk memenangkan kembali kursi jabatannya dalam Pilpres yang akan diselenggarakan Jum’at, 12 Juni 2009.

Ada empat orang calon presiden yang akan bertarung besok yakni incumbent Mahmoud Ahmadinejad (53 tahun), Mohzen Rezai (55 tahun), Mir Houssein Mousavi (68 tahun), dan Mehdi Karroubi (72 tahun).

Para pengamat politik meramalkan akan terjadi dua putaran mengingat suara pendukung Ahmadinejad diperkirakan tidak akan mencapai mayoritas (50+1). Dan kalau itu terjadi, pemilu babak kedua akan dilaksanakan pada tanggal satu minggu kemudian, 19 Juni 2009.

Ahmadinejad, merupakan kandidat dari kelompok garis keras Iran. Israel, yang secara luas dikenal sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang tidak jujur mengakui kepemilikan persenjataan nuklirnya, mempertimbangkan Iran sebagai salah satu musuh utamanya setelah sikap garis keras yang diadopsi oleh Ahmadinejad yang mengatakan bahwa negara yahudi itu ditakdirkan “dihapus dari peta”.

Mohsen Rezai, seorang doktor di bidang ekonomi termasuk barisan konservatif yang lebih moderat. Ia seringkali mengkritik Rezaigaya kepemimpinan Ahmadinejad. Rezai yang pernah menjadi Kepala Pengawal Revolusi Iran telah melakukan kritik keras terhadap presiden garis keras itu, dengan menuduh Ahmadinejad telah membawa Iran ke tepi “jurang”.

Itu sebabnya dalam detiap kesempatan Rezai selalu mengedepankan isu ekonomi; mendorong privatisasi untuk meningkatkan perekonomian Iran dan membuka seluas-luasnya kran investasi luar negri.

Mehdi Karoubi, mantan ketua Parlemen Iran tidak terlalu banyak bersuara. Ia dikenal sebagai seorang yang lembut dan demokratis, pembela hak-hak sipil dan hak-hak kaum perempuan.

MousaviMir Houssin Mousavi, seorang reformis yang banyak didukung kalangan muda. Ia adalah mantan Perdana Mentri yang tidak asing dengan dunia politik. Kalangan Barat lebih menyukai kandidat ini daripada yang lain.

Dalam struktur negara Republik Islam Iran, Presiden Iran adalah orang kedua yang paling berkuasa setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Seyyed Ali Khamenei. Presiden Iran hanya mempunyai ‘job desk’ mengontrol pelaksanaan konstitusi Iran, mengatur kegiatan politik dalam negeri dan luar negeri serta mengatur anggaran belanja negara. Selebihnya, urusan angkatan bersenjata dan media adalah wewenang Pemimpin Teritinggi.

Kelompok Pembaharuan Iran

Sementara itu, mantan presiden yang juga tokoh pembaruan Iran, Mohammad Khatami, secara terbuka telah memberikan dukungannya kepada mantan perdana menteri Mir Hossein Mousavi.

Bulan lalu, ketika berbicara di hadapan ribuan pendukung muda pada satu pertemuan terbuka di stadion olah raga tertutup di Teheran, Azadi (Kebebasan), Khatami berkata, “Bangkitlah dan jangan sia-siakan kesempatan yang langka ini. Anda semua, datanglah ke tempat pemungutan suara dan dengan menulis nama Mir Hossein Mousavi, penuhi kewajiban Anda bagi revolusi dan bagi Islam dan juga tentukan nasib Anda sendiri.

Para pendukung Mousavi disebut juga golongan hijau karena banyak di antara mereka memakai pakaian berwarna hijau yang menjadi ciri khas Mousavi, atau ikat pinggang dan penutup kepala berwarna hijau. Satu kantor berita melaporkan bahwa Iran telah memblokir akses Facebook sebelum pemungutan suara, tindakan yang diduga bertujuan mencegah para pendukung Mousavi yang modernis menggunakan jejaring sosial tersebut buat kampanyenya.

“Menurut sejumlah peselancar Internet, laman itu dilarang karena para pendukung Mir Hossein Mousavi memanfaatkan Facebook untuk dapat lebih baik menyiarkan posisi calon tersebut,” kata kantor berita Iranian Labour News Agency (ILNA) yang dipandang dekat dengan kaumfemalemousavi_ap reformis.

Khatami, yang mengeritik kebijakan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, menyerukan “dibukanya pintu Iran kepada dunia dan semua pintu dunia bagi Iran”.

Ia mendesak dihindarinya kebijakan dan metode yang dari hari ke hari mengucilkan Iran kian jauh dan mengakibatkan tekanan atas Iran serta kemunduran lebih jauh lagi.

Selama menjadi Presiden Iran, Khatami menyandang nama “pembaru” karena beberapa gagasan liberal yang masih berlanjut di bawah tokoh garis keras Ahmadinejad. Namun kendati ia berusaha keras sebagai presiden, beberapa kritisi mengatakan Khatami tidak cukup kuat melawan posisi garis keras di Republik Islam itu sehingga kebanyakan pendukung mudanya kecewa.

“Ia akan mendukung hak asasi manusia dan menawarkan kebebasan lebih kepada masyarakat,” kata Maryam (21), seorang mahasiswi. Seorang lagi pendukung Mousavi, Ali Sakkaki, mengatakan di bawah Mousavi, Iran akan merdeka dan setiap orang dapat menyampaikan pendapat mereka secara bebas.

Sementara itu Zahra Rahnavard, istri Mousavi berbicara

Mousavi dan Sang Istri

Mousavi dan Sang Istri

singkat kepada hadirin, menyampaikan keprihatinannya.  “….Marilah kita berharap bahwa dalam pemerintah baru kita takkan memiliki tahanan politik dan tak ada mahasiswa yang dipenjarakan. Marilah kita berharap bahwa penghapusan diskriminasi terhadap perempuan takkan sekedar menjadi harapan,” kata profesor dari universitas ternama di Iran ini.

Ahmadinejad Diganjal Tuduhan

Menghadapi Pilpres 2009, langkah incumbent Preside Mahmoud Ahmadinejad terganjal tuduhan yang dilontarkan keluarga Hashemi Rafsanjani. Rencananya gugatan dengan tuduhan bohong dan penipuan massal itu akan diajukan tepat pada saat Pilpres, 12 Juni besok.

Keluarga Hashemi Rafsanjani merasa berkeberatan dengan pernyataan yang dilontarkan Ahmadinejad dalam debat capres melawan rivalnya Mir Hossein Moussavi. Dalam debat itu, Ahmadinejad menyerang secara lisan sejumlah politikus senior, termasuk Rafsanjani dan keluarganya, yang dituduhnya melakukan sabotase dan dugaan pencucian uang.

Debat yang diselenggarakan oleh IRIB, Islamic Republic of Iran Broadcasting, berlangsung panas. Direktur IRIB, Ezzatollah Zarghami akan memberi kesempatan kepada seluruh politisi yang dituduh untuk membela diri dalam forum yang sama, namun setelah pilpres 12 Juni.

Remaja Iran dalam Pilpres 2009

Remaja Iran dalam Pilpres 2009

Dalam pilpres kali ini, dari 70 juta penduduk hanya 46,2 juta orang yang berhak memberikan suara, sesuai dengan persyaratan umur 18 tahun. Dari jumlah tersebut sepertiganya adalah pemilih berusia kurang dari 30 tahun.

Kalangan muda Iran terbagi menjadi dua golongan menyikapi pilpres kali ini. Pertama adalah pendukung Ahmadinejad. Golongan kedua masuk dalam kelompok yang disebut golongan hijau, yang identik dengan Mousavi.

(sumber berita  ANTARA, AP dan BBC news)

2 Comments »

  1. Do you think Michel Jackson killed himself?
    What you think about my web? http://www.easyfaxlesspaydayloan.com/

    Comment by BigTomBB — 10/07/2009 @ 06:17 | Reply

  2. Comment by mosa — 24/07/2009 @ 10:15 | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: