Bukan History

09/07/2009

Polusi Bisa Dikurangi Dengan Tanaman Hias

BUNGA LILY DAN MANFAATNYA

Masyarakat modern yang hidup di kota-kota besar semakin sulit bernafas saja. Pertambahan kendaraan bermotor setiap hari amat luar biasa. Sementara luas sabuk hijau dalam kota semakin kecil.

Belum lagi pertambahan luas hunian dengan menutup areal pantai. Alhasil kepengapan itu harus diantisipasi dan disiasati. Diantaranya dengan penanaman areal hijau sebagai paru-paru kota. Pemeliharaan tanaman hias di rumah hunian, apartemen hingga di cafe-cafe  setidaknya akan menolong kita keluar dari kepenatan. Berikut ini ada beberapa tips mengenai tanaman hias yang layak dilirik. Berbunga putih dan harum. Kita biasa menyebut tanaman cantik ini dengan sebutan, Lily. Kecantikan bunga putihnya mempesona banyak orang.  Tak sedikit pula yang memanfaatkannya sebagai bunga potong, untuk menghias ruang.

Lily merupakan tanaman berdaun lebar memanjang, mirip daun pisang. Di antara dedaunan inilah muncul bunga Lily bertangkai bunga panjang. Bunga Lily sendiri berbentuk seperti sekop berwarna putih dan berbau harum. Tanaman ini bisa diletakkan di dalam maupun luar ruangan.

Untuk menanam dan merawatnya, memang membutuhkan perhatian ekstra. Lily menyukai media tanam yang lembap. Bila media tanamnya kering, pertumbuhannya akan terganggu, biasanya ia enggan berbunga.

Di sisi lain, si cantik ini juga tidak suka kelembapan yang berlebihan. Genangan air atau media tanam yang terlalu basah, dapat membuat akarnya busuk. Jadi, siram media tanam hanya jika media tanamnya kering.

Lily, seperti halnya tanaman lain, juga membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Tetapi Anda perlu melindunginya dari sinar matahari yang terlalu panas. Ada baiknya, letakkan Lily di area yang teduh, namun masih mendapat sinar matahari. Jika Anda meletakkannya di dalam ruangan, rajin-rajinlah mengeluarkannya, paling tidak tiga hari sekali.

Berfungsi Sebagai Penyerap Polutan

Tak bisa dipungkiri, semakin hari polusi udara semakin banyak terjadi. Tanpa disadari di dalam rumah pun kita tidak bebas dari gas beracun (polutan). Contohnya, formaldehyde yang biasa ada pada cairan pembersih, benzene yang berasal dari asap rokok dan bahan plastik, atau trichloroethylene yang biasa terkandung pada tinta dan cat.

Berbagai gas polutan tadi bisa dinetralisasi oleh tanaman. Tidak semua tanaman bisa menyerap gas polutan. Spathyphyllum atau Lily adalah salah satu yang mampu menyerap gas beracun tersebut. Berdasarkan penelitian, Lily efektif menyerap dan menetralisasi benzene. Idealnya, sebuah tanaman Lily dapat menyerap polusi pada ruang berukuran sekitar 9meter persegi. Jadi, selain indah, Lily patut ditempatkan di ruangan selain sebagai penghias ruang, juga sebagai penyerap polusi udara.

(adaptasi dari Kompas.com)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: