Bukan History

15/07/2009

BAHAYA KANTONG ASOOY

Filed under: Hidup Sehat Era Millenium — jack @ 19:28
Tags:

Bahaya Plastik

Masyarakat Palembang dan sekitarnya menyebutnya sebagai kantong asoy. Di Jawa disebut kresek. Masyarakat menggunakannya sebagai pembungkus segala macam barang. Tetapi awas… jangan sekali-sekali digunakan untuk membungkus makanan, terutama kantong plastik berwarna hitam. Ada bahaya yang mengancam kita…

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan memperingatkan masyarakat, agar tak menggunakan plastik kresek hitam sebagai wadah makanan. Menurut Ketua Badan Husniah Rubiana Thamrin Akib, plastik kresek merupakan produk daur ulang yang sulit diketahui bahan asalnya. “Bisa saja bekas digunakan bungkus pestisida atau kotoran manusia,” katanya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (14/7).

Dalam proses daur ulang selain tidak diketahui penggunaan sebelumnya juga ditambah berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Husniah meminta masyarakat tidak menggunakan kantong kresek tersebut mewadahi langsung makanan siap santap. Penggunaan plastik kresek beresiko menimbulkan kanker dan kerusakan ginjal, maupun penyakit lainnya tergantung bahan yang dikandungnya.

Selain plastik kresek, BPOM  juga menguji 17 jenis kemasan makanan styrofoam yang beredar, hasilnya memenuhi syarat. Styrofoam biasa digunakan mengemas produk mie instant, tempat makanan restoran, maupun produk makanan rumah tangga. Berdasarkan hasil pengujian,  tidak mengandung residu stiren melebihi batas 5.000 part per million (ppm). Produk kemasan yang berdar rata-rata kandungan residu stirennya antara 10-43 ppm, bahkan ada yang tak terdeteksi.

BPOM antara lain memeriksa kemasan produk Mi Instant Cup Indomie Mi, Mi Instant Nissin Newdles, lunch box untuk burger, dan lunch box untuk hot dog. Kemasan styrofoam dapat dikenai dengan logo segitiga dengan angka 6.

Meski aman, Badan tetap mengimbau agar masyarakat berhati-hati untuk tidak menggunakan kemasan styrofoam yang rusak dan berubah bentuk. Tidak menggunakan kemasan dalam microwave dan tidak digunakan mewadahi makanan berminyak, berlemak, beralkohol apalagi dalam keadaan panas. Dalam kondisi tersebut stiren yang terkandung bisa larut meski kadarnya tidak melebihi batas.

****

(Adaptasi dari Tempo Interaktif, 14 Juli 2009)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: