Bukan History

10/08/2009

Hacker RUSIA Telah Menyerang Facebook, Twitter, YouTube, LiveJournal

SERANGAN HACKER KE SITUS JEJARING SOSIAL

Facebook dan Twitter, dua situs sosial Internet terkemuka dunia, diseranghacker pada Kamis (6/8). Serangan itu mengakibatkan Facebook menjadi lambat sedang Twitter lebih malang lagi, beberapa jam tidak bisa diakses.

Para pengguna Facebook saat itu melihat bahwa ketika mengubah data atau status, waktu yang digunakan lebih lambat.

Gambar FacebookFacebook, menurut satu sumber yang dekat dengan situs sosial paling top dunia itu, bekerja sama dengan Twitter dan Google untuk menyelidiki serangan peretas yang agaknya dilakukan secara terkoordinasi itu.

Sejumlah spekulasi menyatakan bahwa beberapa situs sosial di luar Facebook dan Twitter juga diserang hacker. LiveJournal misalnya mengakui server mereka diserang. Tapi spekulasi ini belum bisa dikonfirmasi.

Insiden itu mirip dengan serangan hacker pada Juli silam saat sejumlah situs terkemuka di Amerika Serikat dan Korea Selatan, termasuk halaman Internet Gedung Putih, dilumpuhkan. Dinas intelijen Korea Selatan menuding Korea Utara berada di balik serangan hacker ini.

Salah satu pendiri Twitter, Biz Stone, lewat blog di situsnya bahwa mereka diserang dengan pola “penolakan layanan”. Hacker membanjiri Twitter dengan data sehingga tidak sanggup lagi beroperasi.

Google menyatakan bahwa mereka melakukan koordinasi dengan beberapa pengelola situs untuk meneliti serangan ini. Sedang situs mereka sendiri bisa bertahan dari serangan. “Sistem Google mencegah dampak besar serangan itu bagi layanan kami,” katanya. ( Sumber : REUTERS/NK )

Serangan yang dialami oleh Twitter dan beberapa layanan web populer lain tersebut benar-benar telah mengganggu ratusan ribu pengguna internet.

Padahal, sebetulnya target utama serangan tersebut adalah seorang profesor ekonomi di Republik Georgia. Georgi, profesor berusia 34 tahun adalah seorang aktivis blogger yang kerap menyuarakan pendapatnya di blog. Ia adalah pengungsi dari wilayah Abkhazia, yang saat ini menjadi daerah perselisihan antara negara Georgia dengan Rusia.

Ditengarai, serangan tersebut dilakukan oleh hacker-hacker Rusia yang tak suka dengan aktivitas Georgi. Georgi yang menggunakan nama maya Cyximu (sebuah daerah di Georgia), mengajar di Universitas Negeri Sukhumi.

Dalam wawancaranya dengan New York Times, Georgi mengaku membuka akun blog LiveJournal pada hari Kamis. Namun, Georgi mengaku gagal. Lalu ia mencoba membuka Facebook, tapi tidak berhasil juga. Lalu mencoba Twitter, tapi Twitter juga tidak bisa terbuka.

“Saya pikir, ini aneh..kok kebetulan sekali semua layanan tidak terbuka,” ujar Georgi. Padahal, saat itu memang terjadi serangan yang di kalangan hacker dikenal dengan istilah Distribute Denial of Service (DDOS) terhadap Facebook, Twitter, YouTube, dan LiveJournal.

Jutaan spam email dibombardir ke Twitter, Facebook, YouTube dan LiveJournal. Serangan tersebut sejatinya merupakan upaya untuk memblokir halaman web profesor tersebut di beberapa layanan tadi.

Menurut Graham Cluley, seorang pakar keamanan internet dari Sophos, sebuah serangan DDOS terjadi ketika komputer-komputer yang telah menjadi bot untuk membombardir laman milik Georgi situs web untuk meminta informasi.

“Biasanya hacker-hacker mampu mengendalikan ribuan komputer yang telah terinfeksi sebagai bot (komputer budak) dan memerintahkan mereka untuk mengunjungi sebuah situs sehingga trafik ke situs itu menjadi penuh, dan membuat pengguna internet lain tak bisa masuk ke situs tersebut,” kata Graham, dikutip dari situs Timesonline.

“Analoginya, mirip seperti membuat 15 orang gemuk untuk masuk melalui pintu di saat yang bersamaan, sehingga tidak ada satupun yang bisa bergerak masuk,” Graham menambahkan.

Menurut Georgi, serangan terhadap dirinya merupakan salah satu upaya membungkam pendapatnya di internet. “Saya pikir, serangan ini terjadi karena saya memiliki perbedaan pandangan tentang sejarah perang antara Rusia dan Georgia, dengan apa yang dipropagandakan dengan pemerintah Rusia,” ujar Georgi pada Washington Post.

Pasalnya, pada saat serangan terjadi, Georgia dan Rusia tengah memperingati satu tahun peristiwa perang antara kedua negara. Saat itu, Rusia memaksa masuk ke Georgia untuk mempertahankan Ossetia Selatan dari serangan Georgia, yang bermaksud melibas para pemberontak. Sementara Georgia mengklaim peristiwa itu sebagai invasi besar Rusia.

Selain melakukan serangan DDOS, hacker juga menyebar spam email atas nama Georgi ke banyak target, untuk mendiskreditkan kredibilitas Georgi sebagai pengirim spam. Bersamaan dengan serangan ke Twitter, Facebook, dan LiveJournal, itu beberapa situs pemerintahan Georgia juga mendapat serangan dari hacker.

***

(Adaptasi dari VivaNews, dll)

1 Comment »

  1. hacker kerjaannya emang gtu !

    Comment by mejazem — 16/08/2009 @ 13:48 | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: