Bukan History

11/08/2009

Pemakai WiFi Gratisan Makin Sering Diplototin Pemilik Cafe

Filed under: Tekno — jack @ 01:00
Tags: , , , , ,

REPOTNYA KALAU SUKA YANG GRATIS

Di saat ekonomi sedang tidak menguntungkan, semakin sedikit lokasi yang memungkinkan pengguna menyolokkan komputer, khususnya di New York. Keakraban antara kedai kopi dan pecinta akses WiFi gratis mulai luntur.

Di beberapa tempat, pelanggan yang menyeruput secangkir kopi sambil menikmati akses internet berjam-jam dipelototi oleh pengelola, sedangkan di tempat lain larangan keras penggunaan laptop, apalagi mencolokkannya di jala-jala listrik sudah diterapkan.

Pengumuman yang dipasang misalnya seperti berikut. “Pelanggan yang terhormat, kami senang Anda menyukai tempat ini dan menghabiskan waktu. Tetapi, pengunjung ingin makan, dan untuk makan, mereka perlu tempat duduk.” Laptop juga dilarang digunakan di antara pukul 11 sampai 2 siang di hari kerja dan 10 sampai 3 siang di akhir pekan.

“Sebenarnya pengelola tidak ingin melakukan hal itu, karena menikmati secangkir kopi sambil menjelajah internet merupakan tradisi yang menyenangkan,” kata Janice Pullicino, pemilik kedai kopi Naidre, seperti VIVAnews kutip dari Wall Street Journal, 10 Agustus 2009. “Teknologi ini sangat menarik tetapi kami terpaksa membatasi penggunaanya,” ucapnya.

Pullicino menyebutkan, pengunjung yang datang dan menggunakan laptopnya menghabiskan tempat duduk yang sebenarnya bisa diduduki oleh pengunjung lain yang datang untuk makan siang. “Sebelum ini, kami terpaksa menutup konektor listrik dan menjelaskan pada pengunjung bahwa langkah tersebut perlu dilakukan untuk memangkas biaya listrik,” ucapnya.

Tidak hanya di New York, fenomena ini juga berlangsung di sejumlah kedai kopi di San Francisco. Meski tidak ada pesan larangan seperti yang umum dipasang di kedai kopi di New York, tetapi ketika pengunjung ramai, pengguna laptop diminta menyediakan tempat bagi pengunjung lainnya.

“Juni lalu, kami terpaksa menambah konektor listrik dan bandwidth internet,” kata Sebastian Simsch, pemilik Seattle Coffee Works. “Ini dilakukan karena bertambahnya pengunjung yang datang membawa laptop,” ucapnya.

Mengantisipasi masalah seperti ini, Starbucks Corp, gerai kedai kopi populer dan Chain Borders Group, jaringan toko buku ternama mengenakan biaya tambahan untuk fasilitas WiFi mereka.

Bagaimana dengan Indonesia?

(Adaptasi dari Muhammad Firman – Senin, 10 Agustus 2009 di VIVANews)

***

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: