Bukan History

15/08/2009

Hanya Kopi Dan Rokok

Filed under: Uncategorized — jack @ 08:34
Tags: , , ,

Cukup lama saya menunda menulis artikel seputar kematian Mbah Surip, tokoh yang cukup digandrungi anak saya yang masih berusia Sekolah Dasar di kota Solo. Bukan apa-apa, karena tidak lama setelah mbah Surip meninggal, perjalannya disalip oleh Sang Burung Merak WS. Rendra. Selisih beberapa hari kemudian, Indonesia digemparkan dengan perburuan terorisme yang menelan popularitas semua berita termasuk berita tentang perseteruan MK dan KPU dan skandal RANI.

74674_mbah_surip_thumb_300_225Bagi masyarakat Solo sendiri kehadiran mbah Surip sudah dikenal lama, jauh sebelum namanya meroket di belantara musik Indonesia. Apalagi ketika namanya mulai menjadi buah bibir kalangan artis karena royalti yang diterimanya.

Namun bagi saya pribadi, mbah Surip merupakan pribadi yang unik (Anak saya yang duduk di kelas 5 SD barangkali mempunyai bahan cerita yang lebih banyak dari yang saya ketahui tentang sosok idolanya ini). Sejauh yang saya pahami dari gunjingan media, ulasan para tokoh terdekatnya dan melihat penampilan ‘live’ beliau di beberapa stasiun televisi, mbah Surip telah meninggalkan kesan amat dalam.

Terbuka, simpel, sederhana seperti lagu-lagunya, sangat percaya diri (karena almarhum tampaknya sudah tidak mempedulikan lagi anggapan orang lain), egaliter (tidak membedakan lawan bicara, unggah-ungguhnya tetap sama kepada siapa saja), pemaaf dan tidak mudah tersinggung (lihat saja beberapa kali dikerjai presenter tv, beliau tetap tertawa ha…ha..).

Dari sekian banyak artikel media yang menarik, maka liputan yang dimuat oleh VIVAnews berikut ini menurut saya sangat menarik dan paling mengena. Berikut cuplikan berita tentang mbah Surip yang telah saya adaptasi …..

“Semasa hidupnya, Mbah Surip dikenal seorang penggila kopi dan perokok berat. Tak heran, pelayat yang datang tak hanya membawa bunga saja tetapi ada juga yang membawa kopi dan rokok.

Di makam Mbah Surip selain ditaburi bunga warna-warni, …. juga tampak terlihat segelas besar kopi dan sebatang rokok…

Kopi dan rokok itu di bawa oleh salah seorang peziarah yang bernama Joko. Dia memang sengaja membawa kopi dan rokok dan berharap Mbah Surip masih bisa merasakan wangi aroma kopi dan rokok yang merupakan kegemarannya Mbah Surip.

Sejak dimakamkan di tempat pemakaman milik WS Rendra pada Selasa, 4 Agustus malam lalu, makam Mbah Surip tak pernah berhenti didatangi oleh para peziarah. Bahkan, murid-murid Sekolah Dasar (SD) juga tak mau ketinggalan untuk mengunjungi makam Mbah Surip.

Itulah barangkali liputan paling manusiawi yang saya baca, tidak ada omongan tentang uang yang hanya 80 ribu-an di kantong pada saat akhir hidupnya, hutang sepeda hotor atau hadiah rumah baru yang gagal ditempati. Mbah Surip yang begitu sederhana telah pergi dengan segala macam kesan yang ditinggalkannya. Hanya kopi dan rokok. Begitu sederhana.

I Love You Full, Mbah.

****

1 Comment »

  1. i love you full mbah😦

    ==========================================
    Blog Jelek sumpah, jangan diklik!

    Comment by wahyu am — 15/08/2009 @ 09:45 | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: